Ada Apa dengan Warna Busana Anda?
13.27 Posted In Warna Busana/Kebaya 0 Comments »Mari bicara soal warna...
Pilihan warna busana/kebaya yang kita kenakan bukan hanya mengungkap kepribadian, tetapi juga bisa mempengaruhi perasaan kita. Warna dapat digunakan untuk menstimulir atau menghambat perilaku tertentu. Eksekutif periklanan sangat sadar, kesan prodik bisa sama sekali berbeda jika warna kemasan diubah. Para ahli psikologi menemukan,
warna tertentu dari lingkungan terdekat dapat membantu kita mengerjakan beberapa tugas. Olahraga misalnya, akan paling baik jika dilakukan di lingkungan dengan warna-warna hangat seperti merah dan jingga. Warna busana/kebaya yang tenang seperti biru dan hijau ideal untuk konsentrasi mental.
Dalam memilih warna busana/kebaya, selain berdasarkan kecocokan dengan warna kulit, batin kita juga memberi tahu warna yang akan dikenakan. Menolak perasaan ini berarti mengabaikan pengaruh baik. Sebagai contoh, merah meningkatkan energi dan gerakan bebas. bagi perempuan, merah bisa mencerminkan perubahan siklus reprodutif seperti menstruasi atau ovulasi. Jika anda mendadak ingin memakai busana/kebaya warna merah, kemungkinan menunjukan anda akan menghadapi hari-hari yang melelahkan dan perlu semua bantuan yang bisa anda dapatkan. Yang menarik adalah, ketika lampu lalu lintas pertama kali diperkenalkan, orang-orang sulit berhenti ketika lampu merah menyala. Secara psikologis, merah berarti jalan, hijau artinya berhenti.
Anda mungkin pernah mengalami, anda tampak cantik mengenakan warna tertentu pada suatu hari. Tapi kali berikutnya, ketika mengenakan busana/kebaya yang sama, kesannya justru menyedihkan. Sebabnya adalah, warna tidak lagi mencerminkan siapa anda pada saat itu. Mengenakan busana/kebaya dengan warna tertentu dapat membuat anda beraksi dan bereaksi terhadap hidup secara beda.
Terapi diri anda dengan warna busanakebaya yang anda kenakan. Silahkan pelajari di Terapi Warna Dengan Busana/Kebaya Anda.
Pilihan warna busana/kebaya yang kita kenakan bukan hanya mengungkap kepribadian, tetapi juga bisa mempengaruhi perasaan kita. Warna dapat digunakan untuk menstimulir atau menghambat perilaku tertentu. Eksekutif periklanan sangat sadar, kesan prodik bisa sama sekali berbeda jika warna kemasan diubah. Para ahli psikologi menemukan,
warna tertentu dari lingkungan terdekat dapat membantu kita mengerjakan beberapa tugas. Olahraga misalnya, akan paling baik jika dilakukan di lingkungan dengan warna-warna hangat seperti merah dan jingga. Warna busana/kebaya yang tenang seperti biru dan hijau ideal untuk konsentrasi mental.
Dalam memilih warna busana/kebaya, selain berdasarkan kecocokan dengan warna kulit, batin kita juga memberi tahu warna yang akan dikenakan. Menolak perasaan ini berarti mengabaikan pengaruh baik. Sebagai contoh, merah meningkatkan energi dan gerakan bebas. bagi perempuan, merah bisa mencerminkan perubahan siklus reprodutif seperti menstruasi atau ovulasi. Jika anda mendadak ingin memakai busana/kebaya warna merah, kemungkinan menunjukan anda akan menghadapi hari-hari yang melelahkan dan perlu semua bantuan yang bisa anda dapatkan. Yang menarik adalah, ketika lampu lalu lintas pertama kali diperkenalkan, orang-orang sulit berhenti ketika lampu merah menyala. Secara psikologis, merah berarti jalan, hijau artinya berhenti.
Anda mungkin pernah mengalami, anda tampak cantik mengenakan warna tertentu pada suatu hari. Tapi kali berikutnya, ketika mengenakan busana/kebaya yang sama, kesannya justru menyedihkan. Sebabnya adalah, warna tidak lagi mencerminkan siapa anda pada saat itu. Mengenakan busana/kebaya dengan warna tertentu dapat membuat anda beraksi dan bereaksi terhadap hidup secara beda.
Terapi diri anda dengan warna busanakebaya yang anda kenakan. Silahkan pelajari di Terapi Warna Dengan Busana/Kebaya Anda.
0 komentar:
Posting Komentar